UMK Kota Banjarmasin Tahun 2017


UMK Kota Banjarmasin Tahun 2017

Setiap tahunnya, setiap pekerja di Indonesia selalu menuntut kenaikan UMK (Upah Minimum Kota) maupun UMP (Upah Minimum Provinsi) kepada pemerintah melalui berbagai bentuk unjuk rasa yang digelar di kota-kota besar. Hal ini wajar saja terjadi seiring kenaikan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang terjadi setiap tahun, mulai dari kenaikan harga bahan pokok hingga bahan bakar. Biasanya KHL menjadi naik sesuai dengan daerah masing-masing. Memang sewajarnya UMK mengalami peningkatan setiap tahun sesuai dengan Undang-undang no. 9 tahun 2013 tentang kebijakan penetapan Upah Minimum dalam Rangka Keberlangsungan Usaha dan Peningkatan Kesejahteraan Pekerja serta Permenakertrans no.7 tahun 2013 tentang Upah Minimum.

Berbicara UMK, setiap provinsi maupun kota memang berbeda-beda mengikuti besarnya KHL yang diberlakukan. Apabila ditinjau dari data UMK yang ada pada tahun 2017, kabupaten maupun kota yang ada di Pulau Kalimantan memang memiliki besar UMK yang cukup merata. Besar UMK antara satu kota dengan kota lainnya tidak terlalu memiliki perbedaan yang signifikan atau mencolok. Salah satunya ialah Kota Banjarmasin. UMK Kota Banjarmasin Tahun 2017 sebesar Rp 1.870.000.

Ibu kota dari Provinsi Kalimantan Selatan ini memang masih memiliki besaran UMK yang berada di bawah 2 juta. Namun keputusan ini diambil berdasarkan besarnya KHL Kota Banjarmasin. Sebelum UMK 2017 ditetapkan memang sempat ada perdebatan antara para pekerja dengan perusahaan yang sempat mengalami deadlock. Namun akhirnya Gubernur Banjarmasin mengeluarkan keputusan bahwa nominal UMK Kalimantan Selatan jatuh pada angka tersebut.

Sebelumnya sempat ada usul dari beberapa pihak mengenai besar nominal dari UMK tersebut. Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) mengusulkan UMK sebesar Rp 1.927.000, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan Rp 1.782.000, Pemerintah mengusulkan sebesar Rp 1.860.000, dan Perguruan Tinggi memberikan usulan sebesar Rp 1.870.000. Setelah dilakukan voting akhirnya diputuskan bahwa usulan dari Perguruan Tinggi yang diterima dan direalisasikan. Namun keputusan ini dapat diterima oleh seluruh pihak karena cukup relevan dengan kondisi Kota Banjarmasin.